Puisi - suginugi | blog ajaib Label :: Puisi :: | Blog Ajaib

Ajaib Hot News :
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2018

katalogi: ,

Senandung Rindu ku Dalam Puisi mu



Masih adakah lagi cinta tersisa,
Ataukah habis sudah waktu untukku menunggu-berharap dan menggebu rindu

Tidakkah cukup ratapanku,
Mengasingkan diri dari dunia yang tak kupahami-tak juga mengerti

Hingga tiga ratus purnama kian berlalu
Sesal menghentak dalam detak jantungku, menghela asa dalam nafas harapku

Apa artinya tangisan dalam keterasingan?
Bahkan jika hatiku menjerit, menggonggong kemudian,
Masih adakah lagi cinta untuk mendengar,
Ataukah habis sudah kata untuknya bicara?

Dengan yang paling kuinginkan sekalipun, berbait-bait puisi yang menyanyi
Tak kuasa menghibur hati
Setiap jeda menjelma luka
Seperti luka pada goresan tak sengaja

Tapi mungkin kelak pada akhirnya
Pada sujud-sujud dalam sholatku
Pada larik-larik dalam doaku
Pada setiap hitungan dzikirku
Akan kudapati tempat di bumi
Dimana senandung takdir yang bernyanyi
semerdu bait- bait dalam puisimu.




-1975-

Jumat, 13 Maret 2015

katalogi: ,

Peluh Kesah Sang Pengemis Tua


Peluh Kesah Sang Pengemis Tua, puisi lucu, puisi ngakak, komedi, puisi, sang pengemis, pengemis tua, peminta minta


Sebuah puisi penggugah hati, penuh inspirasi, hikmah dan intisari (halah),ditulis dengan penuh emosi dan stabilitas politik negeri ini. Bisa membuat mata menangis, hati meringis, dan kulit tergiris. Inilah Peluh Kesah Sang Pengemis Tua:


Wajahnya lusuh,,
Bercucuran peluh,,,

Rasanya seperti ia ingin mengeluh
tapi ia tak mengeluh,,, ia hanya MENGEMIS

"Pak, sedekahnya pak,,, sedekahnya pak!!!"
"Bu, sedekahnya bu,,, sedekahnya bu!!!"

Hatinya mungkin sedang menangis
tapi ia tak menangis,,, ia hanya MENGEMIS

Karena itulah dia disebut pengemis
pengangguran bau amis,, eh bukan ding!!!
tapi dia memang pengemis,,

"Pak, minta uangnya pak,,, minta uangnya pak!!!"
"Bu, minta uangnya bu,,, minta uangnya bu!!!"

Wajahnya tua,,,
memelas meminta-minta,,,

Rasanya seperti ia ingin bunuh diri
tapi ia tak bunuh diri,,, ia hanya mengais rezeki

Hatinya mungkin berseri-seri
tapi ia tak berseri-seri,,, ia hanya memeras empati
karena itulah ia sering dicaci-maki

Tapi terkadang pula ia diberi oleh orang baik hati
entah seperak atau dua perak,, ia terima dengan senang hati

Tapi dalam hati ia berkata,
"Anjir,,, ngemis dari pagi cuma dikasih segini?"
"Anjir,,, emangnya ini tahun berapa,, seperak dapet apa?"
"Anjrit,,, mending jadi tukang parkir,, dikasih seribu atau dua ribu!!!"

Besoknya, sang pengemis berubah haluan
seperti Bruce Wayne yang berubah jadi BATMAN
dari Sang pengemis menjadi tukang parkir
(silahkan nyengir!!!)

.......

Tapi wajahnya tetap lusuh, bercucuran peluh
tapi wajahnya tetap tua, memelas meminta-minta,

"Pak, uang parkirnya pak,,, uang parkirnya pak!!!" 
"Bu, uang parkirnya bu,,, uang parkirnya bu!!!"

Dan begitulah seterusnya
hingga pada akhirnya,,, ia tetap sang pengemis tua.

15 tahun kemudian
Engkau kembali ke jalanan
bukan hanya sebagai sang pengemis tua
tapi juga sebagai sang pengemis CINTA

Tiada yang mengenal namamu,karena
engkau hanya dikenal sebagai sang pengemis tua
Tiada yang mengenal jasamu, karena
engkau hanya dikenal sebagai peminta-minta

Hingga kemudian,,

Pada suatu hari engkau menyanyi, sebuah lagu melayu 
yang bersenandung merdu dari bibirmu,

"Pak,ketipak ketipung,,, pak ketipak ketipung pak!!!"
"Bu, ketibak ketibung,,, bu ketibak ketibung bu!!!"

Tapi sungguh sial nasibmu,,,
engkau kini dikenal sebagai pengamen tua
engkau kini menjadi idola,,,
idola para pengemis tua

Sungguh sial nasibmu,,, SIAL!!!
bukannya menjadi pengemis cinta
tapi engkau malah menjadi idola,,,,, terkenal pula
Karena mengikuti sebuah program pencarian bakat di tivi
engkau kini menjadi seorang penyanyi

Tapi setelah dipikir kembali
penghasilan pengemis jauh lebih besar daripada gaji penyanyi
Ketika engkau mengemis, engkau bisa punya mobil tronton
tapi ketika engkau menyanyi, engkau hanya bisa punya penonton

engkau kemudian menangis,,,
engkau kemudian menjerit,,,

terenyuh hatimu,,,
teriris senyummu,,,

Rasanya seperti ingin bunuh diri
rasanya seperti ingin berseri-seri

Oooh, pengemis tua
terlalu lama rasanya kau hidup di dunia
ribuan aral dan rintang telah engkau terjang
cobaan dan badai telah engkau hadang
begitu banyak yang telah engkau alami

Engkau pun pernah mengalami sebuah kejadian
TERPELESET di kamar mandi
lalu terguling-guling hingga masuk kantor polisi

Walaupun demikian engkau tidak masuk penjara
karena tanpa kau sadari;
Sang polisi yang berkumis panjang sebelah di hadapanmu
mendengar teriakanmu yang penuh peluh kesah,

"Pak, guling-guling pak, guling-guling pak!!!"
"Bu, guling-guling bu, guling-guling bu!!!"


TAMAT

Rabu, 13 November 2013

katalogi: ,

Sesat

Aku berjalan 
dan tak kutemui langkahmu 
aku berlari dan tak kususuri jejakmu 
wahai, dimanakah kau yg kucari? 
tiada sejengkalpun dimana aku tau kemana harus ku pijakan kakiku, 
jalanmu yg terjal dan berliku tak memberiku waktu untuk bangkit dari jatuhku,

-ditulis saat tidak tau apa yang ingin ditulis-
sesat

Selasa, 12 November 2013

katalogi: ,

Naif

Aku menolak kemunafikan, tapi aku lemah dalam keimanan.
Aku inginkan surga, tapi begitu sulit meninggalkan kesenangan dunia. 
Aku takut neraka, tapi aku bahkan tak mampu mencegah dosa!

-btw, naif apaan sih?-

Kamis, 08 Agustus 2013

katalogi: ,

Malam Sehabis Hujan



Dalam gerahnya malam sunyi ini;
aku terdiam, membisu diluar diriku,
sementara angin bergemerisik melengking,
menghunjam rumput dan pepohonan,
 berisik seperti plastik dalam genggaman.

Tapi kemudian, dingin, dingin, dingin kehausan;
burung hantu yang terpana oleh gelapnya malam
memekik di ambang mimpi buruk pawang hujan,
mengambang  diatas jalan, menambah kesunyian.

Di bawah kabut-kabut yang bergelimangan,
sebelum terjatuh dalam pelukan subuh
mata mata yang terpejam menjadi kering
kemudian basah dalam kegembiraan
seolah kemarau hanyalah tiada hujan

Maka dalam diamku yang padat;
suara dalam diriku memantul
menerjang dinding-dinding tenggorokanku yang hambar.

Katakan! Ayo katakan!
Suara adzan dari sang penyair, oh, siapa yang akan mendengarkan?

Tapi subuh masih jauh,
malam gerah yang kering lalu dingin menjadi malam kesyukuran:

Terima Kasih Tuhan: karena dalam kemarau yang menyebalkan
Aku masih bisa kehujanan.

-ditulis saat malam sehabis hujan dalam naungan cinta dan kegembiraan-

Rabu, 07 Agustus 2013

katalogi: ,

Di Rudung Rindu

Aku meracau
memendam,,, lalu membisu
Aku menangis
mengharu,,, lalu membiru
Aku melegam
di rudung rindu
satu ramadhan
satu lebaran
tak bertemu
bagai seabad berlalu
dan aku,,, di rudung rindu
mengigau,,, lalu kacau
hatiku pilu tak khusyu
aku rindu
membuncah,,, lalu lelah
mengalah pada waktu.


-di tulis saat malam keagungan-

Minggu, 07 Juli 2013

katalogi: ,

Ruang Yang Bisu

Kulihat awan kelabu
tutupi langit biru

kudengar teriakan orang
dan aku masih terdiam

bosan,,, bosan aku sendirian

aku ingin berpetualang
menaklukan ketidakpastian
menantang jurang keputusasaan

aku ingin berlari, mengejar mimpi-mimpi
tapi kemudian, sendiriku terkapar kaku
di sebuah ruang yang bisu

tak ada yang dengar kubicara
tak ada yang jawab jika kutanya

ah,, kenapa tak bakar saja aku
biar hangus jadi abu

biar hilang enyah tak ada
biar mati masuk surga

tubuhku lelah, nafasku terengah
dan aku masih menengadah

menatap awan kelabu yang tutupi langit biru
dan masih saja kudengar
teriakkan orang-orang yang bingar

-ditulis saat galau di musim kemarau-



Kamis, 06 Juni 2013

katalogi: ,

Kata-Kata Tertulis


Mungkinkah MENCEMBURUI kata kata tertulis,
membenci coretan coretan yang dibuat pada malam hari seolah-olah mereka daging yang punya nama
dalam lipatan kulit berongga?

Atau, aku tak bisa memikirkan alasan lain bagi setiap perasaan yang hanyut bersama hormon dalam darahku yang mulai biru membeku.

Lalu apa lagi ini, ketika kehadiranmu semakin merumitkanku-otak reptilku?
Dan setiap penjelasan menjadi terdengar aneh,
lebih aneh dari setiap kata yang kubaca lebih -namamu- dalam susunan rapi bak puisi.

Yang duduk termenung dalam pandanganku yang memesona,
yang karenanya ;di bawah naungan cahaya rembulan
aku bersedia memberikan sepenggal demi sepenggal penyingkapan diriku, setiap waktu, untukmu.

Sementara kau -atas izin Sang Pencipta- berjongkok tak berdaya, terpukau tak bergerak
seolah terbuai mata ular yang tak berkedip-menghipnotis, lumpuh? Yaa,
oleh cinta
-cinta tak biasa dari SH pada MA- seperti dalam film india.

Tapi, kata itulah: CINTA.
diucap dan dikenang dalam sebuah kata kata tertulis.
Tersurat dalam daun kehidupan hingga mengakar, mencuat dan berkelakar.

-di interpretasikan dari kata kata Salman Rushdie dalam Midnights Childreen dan digubah oleh Sugih Nugraha untuk menjadi Mantra-

Minggu, 05 Mei 2013

katalogi: ,

Sajak Bila Mati


Bila mati nanti maka biar terjadi, jumat pagi
ketika malaikat menaungi dan surga pun berseri
bila jumat belum juga mati
maka persetan hidup ini

aku hanya ingin syahid
bukan sangit di bawah terik langit
lalu tersengat bau bau pahit

aku hanya ingin syahid
bukan terbaring di rumah sakit
dengan perban yang terbelit
lalu sekarat karna sembelit

biarkan aku syahid lalu tersenyum menatap bidadari
yang tengah menantiku di surga tertinggi
biar angin surga semerbak mewangi
jasadku yang mati, nanti

Sabtu, 04 Mei 2013

katalogi: ,

Bidadari Dalam Puisi

Aku ingin pergi
jauh ke tanah suci
Aku ingin Haji, seratus kali
aku ingin Umrah, seribu kali
lalu mati
syahid di jalan Illahi
kan ku masuki
surga-surga yang tinggi
kan ku miliki
bidadari-bidadari suci
yang bermata jeli
yang senyumnya menawan hati
yang keindahannya
tak terlukiskan
tak terbayangkan
namun selalu hadir,, menyihir
ke dalam sendi hati,,
yang senantiasa berdzikir.