APOLOGI - suginugi | blog ajaib APOLOGI

Ajaib Hot News :

Kamis, 20 Februari 2014

katalogi: ,

APOLOGI


Apologi, Catatan Malam Hari


PERCAYALAH, Aku mulai runtuh.

Tidak, tentu saja, aku tidak bicara secara majasi; bukan pula teka-teki atau sekedar ironi untuk mendapatkan simpati. Bukan juga doa untuk memperoleh rasa iba. Jika mungkin kata-kataku ini kau anggap sebagai metafora –tak apa-. Tapi sungguh, yang kumaksudkan sederhana saja:


Gelisah, rasa bersalah, kekhawatiran, takut dan penyesalan, bercampur aduk, memberi beban pada apa yang telah terbebani. Memenuhi kendi hatiku dengan keraguan. Sehingga –dalam artian yang absurd- kendi itu retak, terpecah, terberai menjadi pecahan mozaik, picisan yang sederhana.


Kemudian, dua lilin telah padam.

Tidak, tidak ada hubungannya dengan kendi, hanya saja saat ini –seperti yang kau ketahui- aku sedang meracau. Merangkai kata-kata untuk ditulis, membuat coretan-coretan dalam kertas bergaris. Pada malam saat langit menangis, malam ini, malam-malam mistis.


Di iringi rasa sakit pada mata kananku dan terlebih hatiku, sebelum semua hal terjadi, aku ingin sedikit mengungkapkan perasaanku. Aku tidak perduli jika kemudian catatanku ini menjadi sebuah ungkapan melodramatis, aku hanya akan menulis apa yang ingin kutulis (bukan apa yang ingin kau baca dengan sinis).


Waktu –yang kini bukan lagi miliku- membuatku sedikit terpacu pada apa yang pernah kuingat dan kulupakan. Membuatku lebih merasa berdosa dibandingkan sejak (kotak pandora) terbuka. Dan bahkan, hal itulah yang membuatku RUNTUH. Aku Berdosa. Yang secara harfiah, Aku Berdosa. Dan sebelum ada yang melemparku –meski dengan halus dan perlahan- Aku ingin dimaafkan. Aku ingin pengampunan.


Sederhana saja, hanya hal itu yang ingin ku ungkapkan, selebihnya adalah apa yang mungkin di harapkan semua orang. Bahwa Tuhan, Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Sang Penulis Takdir, Yang menggenggam hati dan hidupku, Yang Terpuji dan tiada yang membandingi, mau mengampuni, memaafkan.




Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS: Al Hasyr: 10)


Share This Article


0 komentar:

Posting Komentar