Catatan Yang Menunggu Untuk Ditemukan - suginugi | blog ajaib Catatan Yang Menunggu Untuk Ditemukan

Ajaib Hot News :

Senin, 23 Juni 2014

katalogi: ,

Catatan Yang Menunggu Untuk Ditemukan


Catatan Yang Menunggu Untuk Ditemukan, blog ajaib, kata-kata indah, pujian untuk tuhan, Allah



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang dengan izin-Nya pula semua kata bisa terkatakan. Bahkan darimanakah kata-kata itu berasal jika bukan dari Dia yang Maha Tahu, bukankah Ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu?


Segala sesuatu adalah milik Allah dan dengan sedikit pinjaman dari-Nya aku berhutang banyak kepada-Nya tapi kemudian bagaimana si miskin ini membayarkan semua hutang? Sungguh apapun yang kukatakan atau kulakukan tidak mengurangi sesuatupun dari-Nya karena segala sesuatu benar-benar milik-Nya dan Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Sempurna. Tidak ada yang bisa melukai-Nya, tidak ada yang bisa merendahkan-Nya -karena Dia -diatas segalanya- adalah Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi. Segala Puji bagi Allah.


Tiada kuasa dan upadayaku kecuali dari-Nya dan Dia –diatas segala-galanya- adalah Yang Maha Kuasa.


Kutulis catatan ini dengan harapan memperoleh pengampunan dari Allah -Sang Raja Diraja- Tuhan dari semua semesta, tiada yang lain. Bahkan untuk dia yang juga membaca kata demi kata ini, wahai, apakah yang lebih kau harapkan? Maka segala puji bagi Allah, kasih-Nya mendahului murka-Nya–karena bila tidak- tidak ada lagi kata-kata yang mampu kau baca untuk memperoleh pengampunan-Nya, walau secuil (begitu pula untukku).


Al Kahfi 1-8, al kahfi ayat satu sampai delapan, Allah, cacatan yang menunggu untuk ditemukan



Amma ba'du. Seperti yang kalian ketahui, namaku sugih nugraha dan itu bukanlah sesuatu yang begitu penting.... Tepat, karena bagimu, yang terpenting adalah namamu sendiri, lalu nama orang-orang yang kau sayangi, kemudian barulah kau bisa mengingat nama Tuhan. Atau, apakah kau mengaku telah lebih dahulu mengenal Tuhan sebelum dirimu sendiri?


Aku tidak tahu apapun tentang Tuhan, begitu pula dengan diriku sendiri, karena -bahkan dengan pengetahuanku- semua masih menjadi misteri. Semua hal yang kuanggap jawaban ternyata menyimpan lebih banyak pertanyaan. Yang aku ketahui (dan entah darimana aku mengetahui ini), satu-satunya yang kuyakini, adalah bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah, segala sesuatu adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.


Mungkin kalian heran dan bertanya, apa yang sebenarnya ingin kuungkapkan? apa maksud semua ini, tulisan ini? Percayalah, aku juga tidak mengetahuinya. Hari ini, senin tanggal 23 juni 2014 pukul 02.09 dini hari, tanganku bergerak sendiri seolah bukan tanganku sendiri, tapi kuakui -tanganku memang bergerak dengan kesadaranku- karena bila tidak, apa gunanya akal yang telah Tuhan anugrahkan?


Melalui tulisan ini -apapun penafsiran kalian atasnya- sekali lagi kukatakan, aku hanya ingin memperoleh pengampunan. 


Kepada kalian yang merasa mengenalku dan semua orang yang menaruh harapannya padaku: Maafkanlah aku yang telah banyak berbuat kesalahan pada kalian (sengaja atau tidak), maafkanlah aku yang mungkin selalu mengecewakan, maafkanlah aku yang hanya memberi beban, maafkanlah aku yang tak tahu malu, maafkanlah yang hina namun sombong ini, maafkanlah aku yang selalu memandang sebelah mata dan dipandang dengan rasa iba, maafkanlah aku atas semua kata-kataku, dosa-dosaku (dan kalian tidak tahu dosa apa yang telah banyak kuperbuat, tapi tetaplah memaafkanku).


Maafkanlah aku -apapun itu- yang perlu dimaafkan. Maafkanlah aku, karena dengan begitu (aku yakin) Allah pun akan mengampuni kalian yang juga mungkin telah berbuat kesalahan padaku (sadar atau tidak, sengaja atau tidak). Tapi, aku telah memaafkan kalian maka maafkanlah pula diriku.


Kepada Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Menerima Tobat: Aku memohon pengampunan untuk kedua orang tuaku (yang kadang mengecewakan namun terlampau lebih sering kukecewakan) kemudian aku memohon pengampunan untuk seluruh orang yang menyayangiku. Aku memohon pengampunan untuk semua orang yang kusayangi (dengan atau tanpa kalian sadari). Aku memohon pengampunan untuk semua orang yang telah membantuku dan lebih sering kurepotkan. 


Kemudian, Aku memohon pengampunan untuk semua orang berdosa sepertiku (meski aku tahu tidak lagi adakah orang sepertiku dan mudah-mudahan memang tidak ada dan tidak akan pernah ada lagi). Aku memohon pengampunan untuk semua orang beriman, semua orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (meskipun sesungguhnya -dalam pemahamanku sendiri- akulah yang paling membutuhkan doa pengampunan dari mereka dan diri kalian, siapakah aku dihadapan kalian yang lebih beriman dan beramal sholih?...).


Terakhir, aku memohon pengampunan untuk diriku sendiri (yang telah banyak mengkhianati, berbuat semena-mena, melakukan banyak dosa dan kesalahan pada diriku sendiri di masa lalu, kini dan nanti, kepada Ibuku, kepada bapakku, kepada seluruh keluargaku, kepada saudara-saudaraku, kepada sahabatku, kepada teman-teman yang kukenal maupun tidak, kepada wanita yang pernah kucintai, kepada wanita yang masih kucintai, kepada calon istri dan ibu dari anak-anakku nanti, kepada semua orang dan juga kepada Allah, Rasul dan agamanya) atas semua dosa-dosaku, atas semua kesalahanku.


"Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin (1) ........ Robbanaghfirlanaa wali ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil iimaani walaa taj’al fi quluubina ghilallilladziina aamanuu robbanaa innaka rouufurrohiim (2)."


"Tidak ada Tuhan selain Engkau (Allah). Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim (1) .........Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang (2)."


Allohumma sholli ala muhammad wa ala aali muhammad wal hamdulillahi robbil aalamiin.


Dihadapan kalian, aku adalah orang yang jarang berbicara (atau mungkin yang paling banyak bicara, kalian lebih tahu) tapi ketahuilah; begitu banyak hal yang ingin sekali aku bicarakan dengan kalian lebih dari ini, namun entahlah sepertinya aku hanya mampu membukam mulutku dan kadang dengan sedikit menunggingkan senyumku, menggerakkkan jariku, tidak banyak yang bisa kukatakan bahkan pada diriku sendiri.


Dan sampai kemarin, aku tidak benar-benar perduli. Hari ini, sebelum aku terbungkam untuk selamanya (karena kita sama-sama tahu bahwa kita tidak pernah tahu kapan ajal kita tiba) aku menulis Catatan Yang Menunggu Untuk Ditemukan ini, aku harap -bahkan setelah aku tidak ada- semua orang bisa membaca kata-kataku ini. Semua orang. Dan jika kau menemukan catatan ini seperti yang telah kutulis (Allah Maha Tahu) bantulah aku untuk membuat semua orang menemukan catatanku ini, dengan begitu kau telah menjadi orang yang membantuku dan berjasa besar bagiku (untuk itu akupun berterima kasih untukmu -dan memang hanya itu yang bisa kuberikan-).




"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui (3)."



Selesai di ketik senin 23 Juni 2014
pukul 4:52 ketika Adzan subuh berkumandang,



(bukan siapa-siapa)




(1). QS Al Anbiyaa': 87
(2). QS Al Hasyr: 10
(3). QS Al An'am: 115

Share This Article