Kissing Me - suginugi | blog ajaib Kissing Me

Ajaib Hot News :

Jumat, 03 April 2015

katalogi: , ,

Kissing Me


cerita pendek, kisah singkat, ciuman




“Aku ingin menciummu” kataku padanya.


Dia menatapku dengan terkejut, tapi wajahnya yang merah merona tak bisa menutupi perasaan senangnya. Ya, aku tahu, barangkali kalimat aku ingin menciummu bukanlah kalimat yang tepat, tapi gadis itu tahu persis apa maksudku. Lagipula adalah hal yang wajar jika setelah semuanya aku membalas perasaannya padaku.

"Kau ingin menciumku?" tanyanya.

"Yaa,,," jawabku

Gadis itu berdiri dua meter di hadapanku. Dia adalah temanku sejak kecil. Namanya Haura, dalam bahasa arab ‘haura’ berarti wanita yang berkulit putih dengan mata yang bening. Bagiku sendiri, namanya adalah gambaran yang pas untuk kecantikannya meskipun masih terasa kurang. -Dan jika sekarang boleh kutambahkan- Dia gadis paling cantik yang kukenal, hijab merah mudanya melekat anggun menghiasi wajahnya yang lembut seperti adonan roti, alis tebalnya melengkung dengan sempurna di atas matanya yang bening, sorot matanya syahdu seperti alunan lagu, senyum manisnya menonjolkan lesung pipit di pipinya yang halus dan yaa, bibirnya, bibirnya yang mungil seperti,,,,,

“Aku ingin menciummu” kata-kataku terngiang sendiri di pikiranku.

“Hmm,,,” gumamnya pelan sambil memejamkan mata.

“Hah,,” kali ini aku yang terkejut. Tentu saja, aku juga merasa senang tapi ekspresi di wajahnya yang mulai merona tidak seperti yang kuduga dan lagi –sial- apakah Haura benar-benar mengizinkanku untuk melakukannya?

“........”

Haura masih menutup matanya, menungguku untuk melakukan apa yang ingin kulakukan padanya. Aku bergerak maju, mendekatkan wajahku dengan wajahnya, memiringkan posisi kepalaku sedikit ke kanan, mengepaskan posisi dan arah bibirku dengan bibirnya kemudian aku memejamkan mataku seperti dia juga memejamkan matanya. Dan ketika aku benar-benar akan menciumnya, aku tertawa, tertawa sejadi-jadinya.

“Heh,, Apa?” tanyanya bingung setelah membuka matanya karena mendengarku tertawa.

“Hahaha,,,, maaf,, maaf,,,,” kataku dan tertawa lagi.

Wajah Haura yang merah merona berubah jadi keunguan, ia menahan rasa malunya meski sebenarnya ia tak terlalu mengerti apa yang sedang terjadi. Dia mungkin berpikir ada yang salah dengan wajahnya, atau entahlah apa yang dia pikirkan, tapi yang jelas aku rasa dia merasa sangat malu dan marah, tentu saja.

“Hey, kenapa?....” tanyanya sedikit panik. 

“Ah....Tidak, tidak apa-apa...” kataku untuk menenangkannya.

“Lalu kenapa kau tertawa?,,,,” tanya Haura. Matanya mulai berkaca-kaca seperti akan menangis.

“Hey, dengar,, kau tahu,,, aku sangat menyukaimu, ketika aku melihat bibirmu aku benar-benar ingin menciummu,,,” kataku setelah menghentikan tawaku yang kurasa sedikit keterlaluan.

“Jadi apa masalahnya,,, aku,,,,, aku,,,,” katanya, menyanggahku lalu tertahan karena bingung dan malu.

“Yaa, aku mengerti, maksudku aku benar-benar mengerti tapi masalahnya adalah...” aku menatap matanya, terdiam sejenak dan setelah melihatnya sedikit tenang aku menjelaskannya lagi. “Tidak pantas bagi kita untuk melakukannya, maksudku tidak sekarang, setelah kita menikah mungkin. Kau juga tahu kan alasannya, aku yakin kau tahu,,,,” kataku.

Haura menundukkan wajahnya, menyeka matanya dan berkata, “Aku tahu,, aku hanya khilaf,,, aku menunggumu sejak lama untuk membalas perasaanku padamu dan ini mungkin adalah pertama kalinya kau mengatakan keinginanmu padaku,, aku hanya,, terlalu senang,, mungkin”.

“Hey.... Aku yang khilaf, maaf,,,” kataku.

“....... tidak,, aku yang salah, harusnya aku tidak mengizinkanmu, bahkan seharusnya aku tidak memanggilmu kemari....” katanya.

“Hmm, iya, itu benar! Setelah dipikir-pikir itu memang salahmu, haha” kataku untuk mengerjainya tapi Haura bergeming.

“Hmm,,,, aku rasa tidak orang lain yang seperti kita, kita saling menyukai, kita saling mengharapkan, kita saling mendoakan satu sama lain, kita saling menyembunyikan perasaan kita, kita sering mengaji bersama, shalat berjamaah bersama, bahkan kita hampir melakukan dosa bersama-sama tapi pada akhirnya,, kita akan melakukan apa yang benar, iya kan?” katanya dengan nada yang sedikit romantis.

“Apa yang benar, yaa?.... emh, aku rasa aku hanya takut. Maksudku, siksa bagi mereka yang berciuman dengan yang bukan mahromnya adalah bibir mereka akan digunting, tumbuh lagi dan digunting lagi selamanya di dalam api neraka, itu mengerikan, tapi,,,,” kataku sedikit menjelaskan apa yang kupikirkan.

“Tapi apa?” Tanya Haura sedikit tertarik. 

“Saat tadi kau memejamkan matamu, aku benar-benar akan menciummu, maksudku aku benar-benar akan melakukannya........” jawabku.

“Lalu apa yang menahanmu?” tanyanya sedikit terkesan.

“Aku tidak ingin menodaimu,,, kau terlalu cantik untuk ku nodai dengan dosa ini, aku, emh, entahlah apa yang pikirkan” Jawabku serius. 

“Emh,,.......dan lagi,,, hah, apa tidak salah? Sekarang kau mengakui kecantikanku. Jika aku tidak salah ingat kau selalu memanggilku jelek kan?” kata Haura sedikit bercanda.

“Haha, iyaa, aku akui itu, maksudku dulu kau memang jelek, Hahahaa” jawabku sambil tertawa.

“Tapi akhirnya kau jadi menyukai si jelek ini kan?” sanggah Haura, wajahnya benar-benar ceria sekarang.

“Eitss, kau duluan yang menyukaiku. Haha,” sanggahku meski sebenarnya aku selalu menyukainya.”Emh, tidak,, maksudku aku hanya menyukaimu karena bagiku, sebagai wanita muslimah kau selalu menjaga dirimu, kau baik, rajin mengaji, kau selalu ada untukku dan,,,,,,” kataku hingga kemudian aku terdiam. 

“Baiklah, jika kau pikir begitu,,,, tapi kau harus tahu bahwa aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu” kata Haura seolah ingin mengutarakan semua perasaannya.

“Oh yaa?...” aku sedikit terkesan.

“Emh, yaa! Aku rasa kisah cinta paling indah hanya terjadi pada mereka yang mencintai karena Allah, mereka mencintai Allah dan Allah mencintai mereka. Kisah cinta seperti itu akan berakhir di surga........ Aku ingin kisah hidupku seperti itu,,, tapi,,,, emh,,, sampai kemarin aku pikir aku sudah tak bisa menahannya lagi.... aku memanggilmu, menyatakan perasaanku dan....... aku tidak tahu jika ternyata inilah yang kemudian terjadi pada kita....." jawab Haura.

"Haura,,, Aku rasa kau akan masuk surga. Selama ini kau selalu menjaga dirimu,, dan ketika aku akan menciummu, Allah menjagamu dariku. Tadinya aku pikir kau akan menolak keinginanku untuk menciummu, tapi kemudian kau lupa dan bersedia,, disaat itulah Allah menjagamu dengan membuatku tertawa. Pada akhirnya kita tidak berciuman bukan?...... Orang-orang yang mencintai karena Allah akan menjaga dirinya dan kemudian Allah akan menjaganya......" kataku.

“Hmm,, Kau tahu,,, aku rasa kau juga akan masuk surga,,,” jawab Haura sambil tersenyum.

“Ooohh, haha, kau pikir kenapa tadi aku tertawa?” kataku.

“Memangnya kenapa?” tanya Haura.

“Hahaha, emh, aku berpikir jika aku menciummu sekarang aku tidak akan mencium bidadari-bidadari yang lebih cantik dari dirimu di surga nanti,,,,” kataku sambil berlalu meninggalkannya. 

Sekiranya kepala salah seorang daripada kamu ditusuk dengan jarum besi, itu adalah lebih baik bagi kamu daripada kamu menyentuh wanita yang tidak halal bagi kamu. (Hadis Riwayat ath-Thabrani, Mu’jam al-Kabir, 20/211-212, no. 486 & 487)

The End

Share This Article


1 komentar: