"Ada Apa Dengan Cinta" Versi Ajaib - suginugi | blog ajaib "Ada Apa Dengan Cinta" Versi Ajaib

Ajaib Hot News :

Kamis, 15 Mei 2014

katalogi: , ,

"Ada Apa Dengan Cinta" Versi Ajaib


Peringatan Konten!
"Kisah ini hanya untuk hiburan semata, meski terinspirasi dari kisah nyata kesamaan nama tokoh dan kejadian memang disengaja. haha (sorry, man!)"

Ada Apa Dengan Cinta, AADC, puisi, film ada apa dengan cinta, tentang seseorang, rako prijanto, Annisa Rahma, icha, maman version, tukang cendol


Masih ingatkah kalian dengan penggalan puisi berikut ini?

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci

Aku ingin bingar
aku mau di pasar

bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga 
jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh

Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih

kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai .........


Yaa, tepat, TEPAAT sekali. Puisi diatas adalah ungkapan perasaan seorang Tukang Cendol, atau setidaknya begitulah yang dirasakan Abdul Rahman, yang kerap dan lebih akrab dipanggil Maman. Mau bagaimana lagi? Minggu ini mungkin rezekinya sedang seret, hujan terus terusan mengguyur kota Bandung tempatnya berjualan, sehingga Es Cendol yang dijualnya TIDAK laku.......


Sepi, sepi dan sendiri
Aku benci

Begitulah katanya ketika tidak ada seorangpun pelanggan yang membeli.


Pecahkan saja gelasnya
Biar ramai

Itulah yang ia coba lakukan untuk menarik pelanggan, tapi kemudian pelanggannya malah lari ketakutan.


Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih

Hal itulah yang Maman pikir lihat ketika pelanggannya berlarian, tapi ternyata itu cuma khayalan. Yang sebenarnya Maman lihat adalah Spiderman petugas PLN yang sedang memperbaiki kabel di gedung sate.


Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera


Tadinya itulah yang mau di lakukan Maman, tapi sayang gerobak cendolnya tidak di fasilitasi lonceng sama sekali.


Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai .........

Maman bertanya-tanya pada dirinya yang sedang merana, mencoba untuk tidak putus asa. Tapi coba pikirkan lagi, jika ia lari ke hutan siapa yang akan membeli Es Cendol racikannya? MOONYEET???


Tentu saja Es Cendol lebih laku jika dijual di pantai, tapi untuk belok ke pantai Maman harus menyewa Mobil Colt Buntung agar bisa membawa gerobak cendol bersamanya,, hmh, UANG DARIMAAANAA lagi, pikirnya.


Beruntung, seorang Reporter TV yang cantik mendatanginya. Maman pikir inilah kesempatannya untuk berpromosi. Reporter TV yang cantik itu kemudian mewawancarai Maman secara Exclusive. Live, dari studio satu Trans Portasi.


Reporter TV: "Mang, berapaan cendolnya?"
Maman: "Dua ribu saja neng!"
Reporter TV: "Beli satu bungkus mang, jangan lupa sedotannya."


Tiba Tiba Hening
Hening. Hening Sekali.


TAMAT.


Eh belum ding! Setelah beberapa saat, akhirnya Maman berhasil mengajak kenalan reporter TV yang cantik itu, diketahuilah bahwa ia ternyata bernama Annisa. Bukan, bukan Annisa Chibi mantan personil CherryBelle, tapi Annisa Rahma nama lengkapnya (hihi, sama aja).


“Panggil aja saya Icha” begitulah reporter TV itu memperkenalkan dirinya.


Dan Maman yang terpesona akan paras cantik dan suara merdu reporter TV itu kemudian terdiam. Membisu, membeku, seperti Es dalam gerobaknya yang pilu. Pilu karena sampai tiga menit yang lalu belum ada segelas cendol pun yang laku. Sampai akhirnya Annisa datang membeli lalu pergi. Memberi kesan penuh arti dalam Hati.


Dalam diam, Maman "Sang Tukang Cendol" lalu bergumam:


Perempuan datang atas nama CINTA
Bunda pergi karena cinta 

Digenangi air racun jingga adalah wajahmu 

Seperti bulan lelap tidur di hatimu 

yang berdinding kelam dan kedinginan 

Ada apa dengannya 

Meninggalkan hati untuk dicaci 

Lalu sekali ini aku melihat karya surga

dari mata seorang hawa 

Ada apa dengan cinta 

Tapi aku pasti akan kembali

dalam satu purnama 

untuk mempertanyakan kembali cintanya.. 

Bukan untuknya, bukan untuk siapa 

Tapi untukku 

Karena aku ingin kamu 

Itu saja.



Mendengar Puisi yang di gumamkan Maman, tiba-tiba saja, dengan langkah yang menawan dan senyum yang hati-hati, reporter TV itu kembali, kembali ke hadapan Maman untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting, saaangat Penting,,,,


“Mang, nama saya ICHA bukan CINTA!”



TAMAT
(kali ini tamat-nya beneran.)



Puisi Ada Apa Dengan Cinta by Rako Prijanto
Cerita Maman by Sugih Nugraha


Share This Article


18 komentar:

  1. Ini jadi diparodiin gitu ya.. Lucu sih keliatanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, Iya. Syukur deh kalo ngerti :-)

      Hapus
    2. Itu yg postingan baru yang maafkan aku ibu kok gak bisa di komentarin ya hehe.. Mau ngasih komen tapi nggak ada komen boxnya :))

      Hapus
    3. Haha, iya gan sengaja diatur biar ngga ada yang komen 8-)

      Hapus
  2. haha lucu ..

    btw, anisa chibi cantik banget yah :D

    BalasHapus
  3. Padahal puisinya udah bener. Gue pikir apa. Awalnya bingung, kok Maman.. maman ini siapa, tukang cendol mana.. ternyata emang niat diparodiin ya. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iya gan ane juga bertanya-tanya "itu si Maman ngapain gue ceritain di blog? apa biar dia jadi terkenal ataukah agar cendolnya laku terus?" begitulah sebenarnya yang terjadi (jangan tanya, gue juga bingung!)

      Hapus
  4. haha.. kebawa suasana cendol nih gua. Bawaannya haus teruuus...!
    Eh! Maman iu panggilan bokap gua, ( -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, bisa berabe nih, ntar bapanya jitak pala gue gimana?? "Maafin pak, maman yang saya maksud bukan bapak, tapi itu, yang suka mangkal di pasar baru, dagang cendol dia" ;-( (tolong sampein ke semua Maman yang ada didunia yaa, sy ngga ada maskud jelek ko)

      Hapus
  5. Oalah ternyata diplesetin ya hahaha oke oke. Editan posternya apa banget itu ah hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Poster nya terlalu maksain yaa? iya deh saya maklumin ko---lho kok? :-?

      Hapus
  6. Hahaha.. di pleset plesetin gitu :D Saya ICHA bukan CINTA..

    BalasHapus
    Balasan
    1. situ bukannya ALI ARSA?? ataukah memang situ panggilannya ICHA juga?? :-)

      Annisa dipanggil Icha
      Rizka dipanggil Icha
      Keisha dipanggil Icha
      Siska dipanggil Icha

      itu temen gue yang dipanggil Icha, gue maklumin soalnya Cewek,, tapi ALI ARSA???? masa dipanggil Icha juga :-)

      Hapus
  7. puisi bagus2 gitu malah dibikin parodi, jahat kau bang. tapi gpp lah, gue suka, lumayan buat hiburan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teganya diriku ini! Hahaha,, iya deh mafin aja =))

      Hapus
  8. absurd abis...
    aku bacanya malah ngakak sendiri. itu gambat cover kaset DVDnya juga enggak nahan.
    *puk-puk Maman
    *bakar Maman

    BalasHapus
  9. Haha, cuma bisa bilang keren aja sobaat ..

    BalasHapus