Biarkan Kenanganku Tetap Ada part 1 - suginugi | blog ajaib Biarkan Kenanganku Tetap Ada part 1

Ajaib Hot News :

Minggu, 20 April 2014

katalogi: ,

Biarkan Kenanganku Tetap Ada part 1


SOSOK YANG HILANG


Biarkan Kenanganku Tetap Ada part 1, cerpen, misteri, cerita horror


Malam itu, aku pulang ke rumah setelah lelah bekerja sebagai kuli bangunan. Tidak seperti biasanya, ketika aku hendak masuk, pintu depan rumahku tidak terkunci sama sekali, padahal istriku selalu menguncinya walau dia ada di rumah. Menungguku pulang lalu akan membukakan pintu itu ketika kudatang. Tersenyum sambil menatapku penuh harap, harapan untuk menyetorkan gaji ku padanya - tentu saja.


Tapi, Istriku yang selalu ada untuk membukakan pintu itu yang sambil tersenyum dan menagih haknya untuk kupenuhi TIDAK ADA. Tidak seperti biasanya. ANEH.


Kupikir, mungkin dia sedang berada di dapur atau mungkin juga sedang keluar, tapi, tapi –aah aku terlalu khawatir-. Aku tidak ingin terlalu memikirkannya karena aku sudah terlalu lelah maka tanpa pikir lagi aku langsung saja melangkahkan kaki ku menuju kamarku yang letaknya jauh di belakang rumah.


Ketika aku sedang berjalan dan melewati ruang tamu, aku tersadar, TV yang berada di ruang tamu menyala dengan volume yang kencang sekali, saking kencangnya aku bahkan tidak bisa mendengar suara lain selain suara TV itu, tapi aku merasa tidak terganggu dan kubiarkan berlalu.


“Ah, nanti juga dimatikan istriku” pikirku sambil terus berjalan menuju kamarku.


Setelah dipikir-pikir, meski aku tidak ingin memikirkannya, rasanya malam ini begitu banyak hal aneh, uang lemburanku tadi, yang biasanya langsung diberikan oleh si Boss ditunda sampai minggu depan dan dia malah mengobrol tidak jelas –seperti mengocehnya seorang anak pada ibunya yang tidak membelikannya mainan- bukankah seharusnya aku yang mengoceh seperti itu?


Begitu juga saat aku berjalan pulang, aku melihat Gerobak Es Cendol, ketika aku ingin membelinya, si mang tukang cendolnya malah tidak ada. Yang ada hanya anak kecil yang sepertinya sedang usil bolak-balik mencuri cendol cendol dalam gerobak itu -segelas demi segelas-. Yaa, mungkin tidak terlalu aneh sih, namanya juga anak kecil, hanya saja,,


Hanya saja,,,


 “DIIMAANAA TUKAANG CENDOLNYA?” pikirku.


Dan sekarang, ketika aku berada di rumah aku menemui hal aneh lainnya. Istriku tidak membukakan pintu seperti biasanya, pintu rumahku tidak terkunci sama sekali, TV di ruang tamu menyala dengan volume yang memekakan telinga. Aku mulai memikirkan hal hal aneh, yang tentu saja mengganggu pikiranku ketika itu.


“Apakah istriku pergi mencari tukang cendol yang menghilang itu?”


“Ataukah, jangan jangan tukang cendol itu yang mencari istriku? Aaaah ada ada saja”


Yaa, maaf saja jika pikiranku agak kacau, maklum, ini karena seharusnya aku mendapatkan uang lemburanku yang kemudian tertunda, padahal tadinya uang itu akan kugunakan untuk membayar hutang pada tetangga, emh, aku hanya merasa kesal saja. Terlebih, hari ini aku begitu lelah setelah seharian bekerja, ditambah lembur yang terlalu tiba-tiba.


Beberapa menit kemudian, aku sampai di depan kamarku, pintu kamarku terbuka dengan sedikit celah yang bisa dilalui oleh makhluk sekecil kecoa tapi lampu didalamnya padam. Kamarku gelap, jadi kupikir istriku tidak sedang berada disana. Tapi,,


Jantungku mulai berdugup kencang. Bulu kudukku berdiri, aku merinding sendiri. Membayangkan hal-hal yang belum pernah terbayang sebelum ini.


Aku semakin memikirkan hal-hal aneh, pikiranku rasanya semakin kacau, aku merasa takut pada apa yang mungkin saja kujumpai. Sebuah firasat atau mungkin hanya pengaruh buruk dari Sinetron yang selalu kutonton bersama istriku setiap malam menjelang tidur atau bahkan aku hanya merasa terlalu lelah.


Aah, entahlah, aku hanya merasa akan menemukan hal buruk di kamarku.


Kemudian, kemudian, aku membuka pintu kamarku lebih lebar, aku mulai mencari sekring lampu kamarku, jantungku semakin berdegup kencang, lebih kencang, tanganku gemetar, badanku terasa kaku, dan begitu lampu kamar itu kunyalakan, TIBA TIBA....


TIBA TIBA SAJA,

DI KAMARKU ITU,,,

DI ATAS RANJANG BERSEPRAI PUTIH,, KULIHAT

KULIHAT,,,

ADA,

ADA,,,,


Aahhh, tidak ada apa-apa, hanya dua bantal besar dan selimut yang selalu aku dan istriku gunakan. Namun, ketika aku hendak melangkah lagi, kudengar suara langkah kecil di belakangku,


“plak,,,plak,,plak” suaranya perlahan menghampiriku.


Bulu kudukku berdiri lagi, aku merinding kembali, keringat dingin di pelipisku mulai menetes perlahan, dan ketika aku membalikkan tubuhku,


Dan ketika aku membalikkan tubuhku,,,,


“HUAAAAAAA” aku melompat, tersontak karena kaget.


Jantungku seakan meledak, aku berteriak, karena melihat sosok wanita berpakaian putih, rambutnya hitam panjang, terurai sampai sisi kedua tangannya, mataku kemudian terfokus pada bagian wajahnya, wajahnya MENYERAMKAN, seperti ada serutan kayu yang tertempel, putih kecoklatan, pucat dan kasar,  lalu matanya, di matanya, kulihat, kulihat ada dua timun di kedua matanya.


“Sayaang, kamu udah pulang?” katanya sambil melepas potongan timun itu.


Hahh, ternyata dia istriku yang sedang memakai masker di wajahnya.


“Iya, baru aja. Kukira kamu setan, ngagetin sih!” keluhku


“Hehe, iya, maaf” kata istriku yang mencoba tersenyum dengan wajahnya yang kaku karena masker.


“Tadi kemana, ko ngga bukain pintu seperti biasanya? TV di ruang tamu juga ko suaranya kenceng banget?’ tanyaku.


“Emh itu, tadi aku lagi di kamar mandi, lagi coba pakai masker baru nih, terus TV nya aku kencengin biar orang-orang diluar tahu kalo ada orang di rumah ini, yaa biar ngga ada yang nyelonong masuk aja, pintunya kan ngga aku kunci biar kamu bisa masuk” jawab istriku lugu, masih dengan raut wajah yang kaku.


“Ohh, yaudah, mas mau mandi dulu aja” tanggapku lega dan kemudian berlalu, menuju kamar mandi –untuk mandi-.


Kini, setelah penjelasan istriku, tentang hal aneh yang kutemui di rumahku, yang aku pikirkan, yang masih menjadi ganjalan – sebuah pertanyaan BESAR di otak kecilku- adalah,,, adalah,,,,


“DIMANA TUKANG CENDOL ITU?”


bersambung
.......ke part 2



Share This Article


12 komentar:

  1. Wahahaahha suka yang bagian ternyata cuma dua bantal besar, keren :D

    BalasHapus
  2. Aduh, bacanya sambil deg-degan sendiri ini hehe.
    Ditunggu kelanjutannya! :-D

    BalasHapus
  3. hahaha, gue kok malah pengen ketawa sih :-)

    BalasHapus
  4. tukang cendolnya ada di kaskus beroh :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha,, iya kemaren juga saya di PM nya,, 50rban udah bisa ijo ijo tuh id baru :p

      Hapus
  5. luar biasa mas artikel nya sangat mencerahkan. thanks ya aatas share nya ;)

    BalasHapus
  6. wah gokil banget mas cerita nya, bikin ngakak deh heheehe :D

    BalasHapus
  7. Keren gaya nulisnya, bisa jadi inspirasi nie. Pertama baca saya kira cerita selingkuh. ternyata ... kwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. aah, si Abang pikirannya ko kesana :-)

      Hapus
  8. buaahaaha... :D itu cerita kok keren banget sih, salam deh buat tukang Cendolnya ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. serius nih, tukang cendolnya nanti ke GR an lho, mau tanggung jawab?? x-)

      Hapus