Ada Banyak Hal Yang Harus Diperbaiki Daripada Di Akhiri - suginugi | blog ajaib Ada Banyak Hal Yang Harus Diperbaiki Daripada Di Akhiri

Ajaib Hot News :

Selasa, 01 April 2014

katalogi: ,

Ada Banyak Hal Yang Harus Diperbaiki Daripada Di Akhiri


AROMA HUJAN yang lembab menyeruak tanpa suara ke dalam kamarku yang pengap, yang penuh dengan debu dan kitab. Perlahan dan tanpa pemikiran apakah genting kamarku bocor atau tidak, apakah meneteskan air atau darah, aroma itu kemudian meresap ke dalam batinku, mengingatkanku pada masa sebelum ini. Ketika Aku -untuk pertama kalinya- merindukan kehangatan akan cinta dan harapan.


Allah, Rasulullah, Islam, Quran, Surga dan Harapan -tentu saja- adalah apa yang pernah kulupakan, dan kuingat ketika -pada suatu saat dan seringkali- tanpa kusadari telah mengisi hari-hariku dengan kehangatan itu. Dan kini -ketika semua terasa suram- aku meneteskan air mata, merindukan saat dimana aku bisa merasakan kehangatan itu lagi.


Tentu saja, aku tak pernah meninggalkannya atau benar-benar melupakannya aku hanya (dengan cara yang tak bisa kujelaskan) melupakan makna penting di dalamnya. Seperti robot kayu yang terukuir untuk menjadi seonggok hiburan masal, di gerakan dalang yang bahkan hanya bisa menyajikan lelucon kampungan. Tidak, aku tidak sedang menghina siapapun. Maksudku, aku adalah dalang hidupku, mempermainkan tubuh ini dengan jiwa yang kosong. Tanpa kesadaran bahwa semua aksiku akan dipertanggungjawabkan.




Dan entah dengan cara apa, lagu di atas -yang untuk pertama kalinya kudengar di tempat dimana aku sering melakukan push up 50x sehari, di atas mesjid, di dalam kubah bercat biru- mengingatkanku betapa konyolnya hari-hari ku kini (yang terasa suram -seperti yang pernah kusebutkan-). Mengingatkanku pada Ana, Mas Affan, Purwerejo, Bubur Kacang dan ketulusan yang tercurah -dengan sangat pelan dan menghangatkan- dalam shalat dan acara pengajian.

Tentu saja, Lagu itu bukan apa-apa, selain bahwa melaluinya Aku hanya mengingat bahwa aku pernah hidup sebagai "orang berguna" yang tahu agama. Tidak seperti sekarang, yang penuh dengan logika picik dan drama (yang terasa sia-sia). Aah, andai saja aku mengaji lebih rajin, memperlajari hadist lebih banyak, menghapalkan Al Quran lebih awal, Shalat lebih tepat waktu dan,,, dan,,,,,, Tapi aku tidak bisa mengulang.

Apa yang aku harapkan sekarang adalah bahwa aku bisa lebih dekat dengan TUHAN, lebih dekat dari yang dulu pernah ku usahakan. Tentu saja -Ada Banyak Hal Yang Harus Diperbaiki Daripada Di Akhiri- dan untuk itu aku benar-benar berharap bisa lebih mendekatkan diriku padaNya. Tapi, aku lebih dekat pada kematian dan penyesalan.

Ouy,, Dapatkah Tuhan Dirayu? Ataukah ada cara lain meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan? maka apapun jawaban yang -mungkin- muncul dalam benakmu, jangan nasehatkan aku tentang panasnya api neraka, hal itu hanya membuatku takut dan putus asa. Ceritakan saja bahwa Allah Yang Maha Pengampun akan memaafkan kita -apapun kesalahannya, apapun dosanya- !!!



Share This Article


2 komentar:

  1. Hmm tulisannya bikin mikir. :)) Ho oh. Memang sebaiknya apa yang ada dibenerin dulu, kalo emang bener-bener ngga bisa, baru diakhiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aah masa? yang nulis aja ngga mikir, makanya absurd gitu tulisannya, haha :d

      Hapus