A Man As A Writer - suginugi | blog ajaib A Man As A Writer

Ajaib Hot News :

Kamis, 14 November 2013

katalogi: ,

A Man As A Writer

TESIS

Untuk menjadi seorang penulis, kita hanya perlu menulis. Itu saja, tidak ada yang lain. Tapi pada kenyataannya menulis tidaklah semudah membalikkan tutup panci tangan. Bagiku, menulis itu sesulit mengucapkan huruf  ‘R’ (meski aku ingin mengucapkan huruf ‘R’ aku tidak bisa karena aku cadel)

Dan karenanya, aku berusaha melakukannya dengan cara yang paling bisa kulakukan. Tetap Menulis! Seperti hal nya ketika aku mengucapkan huruf ‘R’ (yang pada kenyataannya tidak bisa kuucapkan dengan jelas, aku tetap harus mengucapkannya) aku tetap menulis untuk menjadi penulis meski tentu saja hasilnya tidak pernah bagus -atau lebih tepatnya, menyedihkan, lebih menyedihkan daripada mengucapkan huruf ‘R’-. 

Maka, jika banyak tulisanku yang demikian ngawur, absurd, garing, asal, kontroversial, konyol, ngocol yang beredar di blog, kaskus, facebook dan terakhir di twitter sedikit terlihat agak “benar-benar menyedihkan”, itu bukan karena aku sungguh sungguh menunjukkan bahwa aku demikian. Itu lebih kepada latihan menulis bebas. Sebebas-bebasnya! Seperti tulisan ini, mungkin.....


Yaa, mungkin kebanyakan tulisanku bersifat sarkastik, frontal, asal asalan, sedikit jujur dan agak menyakitkan untuk dibaca, itu karena aku tidak menganut gaya tulisan manapun. Aku mungkin ingin menulis dengan gaya Pramoedya, Andrea Hirata atau bahkan Arief Muhammad, tapi aku tidak bisa. Aku meniru gaya tulisan mereka, tapi hasilnya adalah gaya tulisan yang jauh lebih absurd dari komediannya Raditya dhika atau Kemal Pahlevi.

Ahhh, sudahlah! Lagipula aku bahkan tidak tahu apa yang aku tulis sekarang, saat ini, tulisan yang sedang kuketik ini. Aku tidak tahu.

Tapi mungkin, melalui tulisan ini aku hanya ingin mengatakan bahwa aku hanya ingin menulis! Itu saja, tidak ada yang lain. Aku hanya ingin menulis!

ANTITESIS

Sebagai bantahan atas tulisanku di atas, “aku hanya ingin menulis”, sebenarnya itu BOHONG! Betapapun aku berusaha menulis, aku tetap tidak bisa menulis –setidaknya tulisan yang menjual-.

Tujuanku yang sebenarnya, mimpi dan cita citaku yang sesungguhnya adalah aku ingin menjadi seorang Penulis Buku Best Seller sekelas Buya Hamka, Habiburrahman El Shirazy, Taufiqurrahman Al Azizy, Andrea Hirata, Donny Dhirgantara, Khalied Hosseini, Salman Rushdie, Joe Vitale,  Napoleon Hill, Sir Arthur Conan Doyle, JRR Tolkien, dan Harry Potter.

{hahaha, sebenarnya, yg terakhir ini aku ingin menyebutkan nama JK Rowling, but she’s not a man. Sebagai catatan aja, judul tulisan saya ini ‘A Man As A Writer’ jadi masuk akal aja kalo saya lebih milih menyebut Harry Potter (laki-laki) daripada JK Rowling (ibu-ibu)}

Yaa, begitulah! Meski sampai saat ini aku bermimpi menjadi seorang penulis sekelas mereka, meski aku berusaha sekuat tangan dan jariku, meski aku berpikir secanggih computer dan keyboard nya sekalian, pada akhirnya aku hanya bisa terdampar sampai disini: diantara puing puing status facebook ga penting, mention mention aneh di twitter dan posting posting datar di kaskus.

Lalu, apakah sesungguhnya “aku hanya ingin menulis” ataukah “aku ingin menjadi seorang penulis Buku Best Seller tapi gagal dan mencoba untuk tidak mengakui kegagalan itu dengan mengatakan bahwa aku hanya ingin menulis?” Aku tidak benar benar tahu tapi satu hal yang pasti, aku telah mengorbankan kehidupanku sendiri untuk menggapai mimpi ini….. dan belum ada hasilnya! Dramatis aka menyedihkan.

Yaa, itulah hidup! Tidak semua orang bisa mewujudkan impiannya. Tidak semua orang bisa menggapai cita citanya. Tidak semua orang bisa menyentuh langit dan duduk diatas awan. Bahkan mungkin tidak ada, tidak akan pernah ada! Tapi, salut, mereka yang tetap bermimpi, yang masih berani bercita cita, yang tetap berusaha mewujudkannya adalah seorang pemberani!...... Pecundang yang tertunda!

{seperti halnya ungkapan “tidak ada yang namanya kegagalan yang ada adalah keberhasilan yang tertunda” maka: cinta adalah patah hati yang tertunda, berani adalah takut yang tertunda, dan hidup adalah mati yang tertunda!}

Maka, disinilah aku! Dan berharap berdiri di atas ketenaran dan kekayaan sebagai seorang penulis besar. Aku tetap bermimpi, bercita cita, dan akan senantiasa mewujudkannya! Dan meski pada akhirnya aku mungkin hanya akan menulis satu buku komedi yang entah laku atau tidak, aku akan tetap berusaha menjadi seorang Penulis Buku Best Seller Indonesia,,, ah tidak,,, bukan hanya Indonesia, tapi....DUNIA! Itulah cara ninjaku!


penulis, menulis, penulis buku best seller, writer


Share This Article


5 komentar:

  1. sama dong gan, saya juga pengen jadi penulis yg bisa mengispirasi + menggerakkan orang2 ke arah yg lebih baik, semoga aja cita-cita kita bisa tercapai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin gan, mudah mudahan kita bisa jadi penulis yang kaya dan terkenal, huahaha,,,, btw nulis bareng aja klo gtu, gimana?

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Cita-cita yang luar biasa sobb!! :D

    Saya juga sebenernya sob... tapi cita-cita saya cenderung sekedar memotivasi dan menginspirasi dengan segala cara sobb!! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih gan dukungannya, padahal ane merasa biasa aja, hahaha,,, tapi cita cita ente dong klo gtu yang luar biasa, tetep semangat aja gan!

      Hapus